Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Oleh : Rusdianto
Siang itu, terik matahari di Gang Awang Noor, Baran, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun seakan meredup saat lantunan musik mendayu-dayu mengiringi pengukuhan Ikatan Keluarga Satu Noyang Serumpun Marwah Tenggolok atau Semate.
Perpaduan delapan alat musik yang dimainkan sekelompok pria tua dari atas panggung seukuran 6 x 3 meter memukau pengunjung acara.
Semua terpaku dan syahdu saat jemari keriput M Saleh menekan tut harmonium ditingkahi tepukan tabla Abdul Wahab, sesekali gesekan biola Harun Hamid yang ditelingkahi gemerincing marakaz Ardan M melengkapi kolaborasi musik yang sempurna.
Pendengar kian terhanyut saat petikan senar gambus A Sirait berpadu dengan gitar rythm Ahmadi dan gitar melodi Djakfar Sirat yang disahuti tambourine M Saleh.
''Alunan melodi dan rentak iramanya mengingatkan kami pada musik pengiring film-film kerajaan Melayu,'' kata Ilham, pengunjung pergelaran ghazal pada pengukuhan Semate, Mingu 8 Agustus 2010.
Ilham mengaku jarang menemukan pertunjukan musik tradisional itu, baik dalam acara pemerintahan maupun perjamuan warga setempat.
''Inilah Ghazal, seni musik khas Melayu,'' kata Djakfar Sirat, pimpinan Ghazal Sri Melati yang diundang khusus menghibur para undangan.
Djakfar Sirat mengatakan, Sri Melati yang dia pimpin satu-satunya kelompok musik ghazal di Kabupaten Karimun dan yang kedua di Kepri setelah Pulau Penyengat Tanjungpinang.
Selengkapnya

Pendengar kian terhanyut saat petikan senar gambus A Sirait berpadu dengan gitar rythm Ahmadi dan gitar melodi Djakfar Sirat yang disahuti tambourine M Saleh.
''Alunan melodi dan rentak iramanya mengingatkan kami pada musik pengiring film-film kerajaan Melayu,'' kata Ilham, pengunjung pergelaran ghazal pada pengukuhan Semate, Mingu 8 Agustus 2010.
Ilham mengaku jarang menemukan pertunjukan musik tradisional itu, baik dalam acara pemerintahan maupun perjamuan warga setempat.
''Inilah Ghazal, seni musik khas Melayu,'' kata Djakfar Sirat, pimpinan Ghazal Sri Melati yang diundang khusus menghibur para undangan.
Djakfar Sirat mengatakan, Sri Melati yang dia pimpin satu-satunya kelompok musik ghazal di Kabupaten Karimun dan yang kedua di Kepri setelah Pulau Penyengat Tanjungpinang.
Selengkapnya
--
Source: http://keprionline.blogspot.com/2010/12/musik-ghazal-kian-meredup-di-tanah.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar